SEAQIL CAR for Language Teachers menuju tahap pengumuman proposal terpilih

SEAQIL CAR for Language Teachers (SCLT) 2022 memasuki tahap seleksi yang hasilnya di disampaikan dalam Diskusi Kelompok Terpumpun pada Selasa [26/04]. Seleksi ini melibatkan akademisi dari perguruan tinggi mitra SEAQIL. SCLT 2022 mendorong guru bahasa untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan potensi dukungan pendanaan dari SEAQIL.

Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani menyampaikan bahwa SCLT 2022 merupakan bagian dari program pengembangan kapasitas bagi guru bahasa. Luh Anik menjelaskan bahwa SCLT telah melalui proses yang panjang mulai dari penyusunan modul PTK, Pelatihan Metodologi Riset Pengajaran Bahasa yang dihadiri 100 orang guru bahasa, hingga kemudian 100 guru SEAQIL targetkan untuk bisa menulis proposal dan mendapatkan pedanaan penelitian.

“Dari 100 orang yang mengikuti pelatihan, 49 orang guru mengirimkan proposal untuk mengikuti seleksi SCLT 2022. Sebagai bagian dari pengembangan kapasitas guru bahasa, hasil dari penelitian ini kami harapkan dapat didiseminasikan kepada rekan guru yang lain, baik melalui penulisan artikel ilmiah ataupun dalam pertemuan ilmiah yang kami rancangkan pada akhir tahun ini. Jadi, ini merupakan paket lengkap,” ungkap Luh Anik.

Luh Anik juga mengungkapkan perlunya asistensi dari para ahli untuk menyeleksi dan memverifikasi kelayakan proposal yang sudah diterima oleh SEAQIL bagi program peningkatan profesionalisme guru ini. Luh Anik berharap SCLT dapat menghasilkan penelitian yang berkualitas, artinya, hasilnya nanti bisa menjadi referensi guru lain dalam melakukan PTK atau proposal tersebut bisa menjadi contoh praktik baik bagi guru bahasa, khususnya guru bahasa di Indonesia.

Luh Anik juga menginformasikan bahwa ada dua proposal dari Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN), yakni dari Arab Saudi dan Bangkok. Menurut Luh Anik, ini baik untuk guru Indonesia, baik di Indonesia maupun di SILN, untuk kita lihat kompetensinya dalam melakukan PTK. Sementara itu, untuk bahasa yang menjadi objek penelitian ini sudah sesuai dengan fokus bahasa SEAQIL, yakni bahasa Arab, Indonesia, Inggris, Jepang, Jerman, dan Prancis.

Dalam sesi paparan yang lebih detail, Deputi Direktur Program SEAQIL, Esra Nelvi M. Siagian menginformasikan bahwa program ini merupakan program yang diselenggarakan pertama kali pada tahun ini. Esra juga menjelaskan bahwa program ini merupakan perubahan program dari SEAQIL Regrants yang sudah dilakukan oleh SEAQIL sejak tahun 2011. “SEAQIL REGRANTS dan SCLT hampir sama, tetapi ada sedikit perubahan. SCLT lebih fokus pada PTK dan menargetkan guru-guru di Indonesia termasuk SILN. SCLT tahun ini hanya difokuskan pada guru-guru yang sudah mengikuti Pelatihan Metodologi Riset Pengajaran Bahasa pada tahun 2021,” ungkap Esra.

“Topik SCLT tahun ini adalah “Pengembangan Keterampilan Makro dan Mikro bagi Empat keterampilan Bahasa di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity). Setelah dilakukan sosialisasi kepada guru-guru yang menjadi target penerima dana penelitian, SCLT menjalankan beberapa tahap seleksi, yakni seleksi administrasi dan substansi yang hasilnya berupa proposal terpilih. Hasil seleksi akan diumumkan pada 28 April 2022,” jelas Esra.

Esra juga memaparkan sebaran proposal yang masuk ke SEAQIL, “Berdasarkan jenjang, yakni sekolah jenjang SMP/MTs sederajat dan SMA/MA/SMK sederajat. Sementara itu, untuk sebaran bahasa, yakni bahasa Arab, Indonesia, Inggris, Jepang, Jerman, dan Prancis. Proposal SCLT berasal dari sekolah-sekolah yang berada di provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, NTT, Bali, serta SILN di negara Arab Saudi dan Thailand”.

Menutup kegiatan ini, Luh Anik kembali menyampaikan harapan SEAQIL, ”Proposal yang lolos seleksi dapat menjadi penelitian yang berkualitas sehingga dapat menjadi model pengembangan kapasistas profesional guru, khususnya dalam PTK. Model pengembangan kapasitas yang berkelanjutan ini baru kami laksanakan pada tahun ini. Mohon dukungan asistensi Bapak/Ibu peneliti dan akademisi untuk setia membantu SEAQIL”. (/MR)

×