Siaran Pers: SEAQIL, SEAQIS, dan SEAMEO CECCEP Dukung Penciptaan Perpustakaan Digital
Perpustakaan sebagai pusat informasi perlu berkembang mengikuti teknologi agar tetap dapat menjadi jendela dunia. SEAQIL, SEAQIS, dan SEAMEO CECCEP mendapat asistensi dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk penciptaan perpustakaan digital.
SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menyelenggarakan lokakarya pengembangan perpustakaan digital guna meningkatkan fungsi dan layanan institusi pada 16—17 Maret 2021 secara luring di SEAMEO QITEP in Language. Lokakarya ini merupakan sebuah tindak lanjut kerja sama dengan Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia dan juga bagian dari peningkatan kompetensi pengelolaan perpustakaan SEAQIL, SEAQIS, dan SEAMEO CECCEP. Selama lokakarya berlangsung, Reza Putra Hariwantyo dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Chaidir Amir beserta tim dari Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia hadir untuk memberikan asistensi terhadap penciptaan perpustakaan digital.
Dr. Misbah Fikrianto, Deputi Direktur Administrasi SEAQIL, dalam pembukaan memaparkan kebutuhan terkini akan informasi yang cepat, tepat, dan akurat, “Tuntutan Revolusi Industri 4.0, yang sebelumnya berbasis hardcopy sudah berubah semua menjadi layanan yang sifatnya paperless atau digital.” Hal tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui lokakarya ini sebagai upaya untuk mewujudkan perpustakaan, sebagai media penyebaran dan pusat penyimpanan informasi, menjadi digital atau e-library yang sebenarnya sudah dikembangkan sejak 15-20 tahun lalu oleh berbagai pihak.
Selanjutnya, Reza Putra Hariwantyo, narasumber dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, menambahkan bahwa perpustakaan memiliki peran sebagai media transfer pengetahuan pada abad ke-21. Perpustakaan turut mengikuti perkembangan teknologi dalam hal peningkatan operasional, pemberian layanan, dan pemerataan penyebaran ketersediaan perpustakaan. Reza menambahkan bahwa Perpustakaan Nasional Republik Indonesia setidaknya memiliki enam fungsi, yakni (1) perpustakaan sebagai pembina; (2) perpustakaan sebagai rujukan, (3) perpustakaan sebagai penelitian, (4) perpustakaan sebagai deposit, (5) pusat jejaring perpustakaan; dan (6) perpustakaan sebagai pelestarian.
Literasi sebagai penunjang kecakapan hidup yang dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat Indonesia memiliki peran penting dan butuh didukung oleh berbagai pihak. Oleh karena itu, pengelolaan perpustakaan digital menjadi hal relevan yang patut diprioritaskan. Melalui asistensi dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, program ataupun kegiatan dari tiga SEAMEO Centres terkait sumber pembelajaran terbuka ataupun pengelolaan perpustakaan diharapkan dapat menjadi lebih bersinergi. Pada akhir lokakarya, semangat untuk mengembangkan sistem perpustakaan yang sudah ada diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan.