Siaran Pers
Bogor, 7 Desember 2021
SEAQIL Promosikan Peran Bahasa Untuk Perkuat Komunitas ASEAN

Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani (kiri) dan Deputi Direktur Administrasi dan Komunikasi SEAMEO Secretariat, Dr. Kritsachai Somsaman (kanan) menyapa seluruh peserta dan tamu undangan kompetisi mendongeng Listening to Asia 2021
Keunikan alam dan budaya menjadi kekayaan tersendiri dari setiap wilayah di Asia Tenggara. SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) berupaya membangun kesadaran dan pemahaman akan budaya yang ada di kawasan regional melalui kompetisi mendongeng Listening to Asia: Building ASEAN Community Through Storytelling Competition. Dalam pelaksanaannya, kompetisi mendongeng ini berhasil melibatkan puluhan sekolah, guru, perguruan tinggi, komunitas budaya dan ratusan siswa bukan hanya di Asia Tenggara, namun juga secara global. Puncak akhir kompetisi kini diselenggarakan dengan penampilan langsung masing-masing tiga peserta terbaik dari kategori bahasa Arab, Inggris, Jepang, Jerman, Mandarin, Prancis pada Selasa (07/12) dengan moda campuran secara daring dan luring di Hotel Harris Sentul City, Bogor.
Deputi Direktur Administrasi dan Komunikasi SEAMEO Secretariat, Dr. Kritsachai Somsaman, mewakili Direktur SEAMEO Secretariat, memberikan apresiasi pada SEAQIL atas kesuksesan penyelenggaraan kompetisi mendongeng di tingkat Asia Tenggara. Beliau menuturkan, “Sebelum pandemi Covid-19, saya dapat merasakan kekayaan budaya di negara-negara Asia Tenggara yang saya kunjungi. Dengan mendengarkan cerita atau budaya lokal, saya percaya hambatan budaya diharapkan dapat runtuh dan bersama-sama, kita dapat menjadi lebih kuat.”
Hal tersebut tentunya sejalan dengan salah satu tujuan utama dari penyelenggaraan kompetisi mendongeng, yakni menguatkan komunitas ASEAN melalui peran bahasa. Melalui kompetisi ini, siswa dilatih untuk mengasah kebutuhan kecakapan abad-21, yakni berpikir kritis (pemilihan cerita bernilai tinggi), berkolaborasi (bekerja sama dalam satu tim), kreativitas (menyiapkan kebutuhan mendongeng), dan komunikasi (bercerita dengan lancar). Selain itu, para guru diajak untuk mengawasi dan memastikan serangkaian proses persiapan oleh siswa mencapai tujuannya.
Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani, turut memaparkan tujuan khusus dari pemilihan tema baru di tahun 2021. Beliau menyampaikan, “Berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat di wilayah ini, termasuk guru bahasa dan siswa. Tahun ini, SEAQIL mengangkat tema terkait lingkungan untuk mempromosikan dan mengembangkan kesadaran siswa dalam melindungi alam mereka melalui cerita rakyat, legenda, fabel, cerita kepahlawanan, dan sejenisnya.”
Luh Anik kemudian menjelaskan bahwa, sejak pendaftaran kompetisi mendongeng dibuka pada bulan Oktober, setidaknya 153 tim (terdiri atas guru dan siswa) tingkat SMA dan sederajat dari Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Sekolah Indonesia Luar Negeri dari Arab Saudi, Belanda, Filipina, Malaysia, Myanmar, dan Thailand telah mendaftar. Sebelum menjadi 18 besar video (tim) atau tiga video dari masing-masing kategori bahasa, seluruh video menjalani dua prosedur penilaian, yakni seleksi administrasi dari panitia dan penilaian awal dari tim juri.
Tim juri pada setiap kategori bahasa yang dilombakan terdiri atas mitra perguruan tinggi dan komunitas budaya SEAQIL, yakni, Global Cultural Adventurers, IAIN Pekalongan, Ikatan Guru Bahasa Jerman Indonesia, Institut Français d'Indonésie de Bandung dan Jakarta, Universitas Al-Azhar Indonesia, Universitas Atmajaya, Universitas Indraprasta PGRI, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, serta UIN Raden Mas Said Surakarta.
Penyelenggaraan kompetisi mendongeng Listening to Asia: Building ASEAN Community Through Storytelling Competition tentunya diharapkan dapat memberikan banyak manfaat bagi berbagai pihak. Selain memperebutkan gelar juara, kegiatan ini meningkatkan kompetensi bahasa serta kecakapan yang dibutuhkan untuk beradaptasi pada abad ke-21 (berpikir kritis, berkolaborasi, kreativitas, dan komunikasi). Peningkatan kompetensi tersebut tercermin melalui hasil karya atau video para peserta, baik yang lolos ke dalam 18 besar ataupun tidak. SEAQIL berharap kombinasi pengasahan kecakapan dengan tema yang diangkat dapat pula menginspirasi para guru dan siswa lainnya di Asia Tenggara.
Pemenang Listening to Asia 2021: Building Asean Community through Storytelling Competition
Berikut adalah daftar urutan pemenang dari enam kategori bahasa yang dilombakan:
|
Juara |
Nama Guru |
Nama Siswa |
Sekolah |
Judul Video |
|
Bahasa Arab |
||||
|
1 |
Salamah D. Saefuddin |
Anjaz |
Sekolah Indonesia Makkah, Arab Saudi |
Malin Kundang |
|
2 |
Muhammad Fahmi Reksa |
Rafa Wahdana Arrais |
Al-Mu'awanah Islamic Boarding School, Bandung, Jawa Barat |
|
|
3 |
Mishbahul Munir |
Muhammad Haikal Bima |
MAS Jeumala Amal, Aceh |
|
|
Bahasa Inggris |
||||
|
1 |
Septhina Shinta Sari |
Riko Nur Yuliansyah |
SMA Negeri 1 Surakarta, Jawa Tengah |
The Legend of Rawa Pening |
|
2 |
Lariska Saptiani |
Nazkia Najidah Ramdani |
SMA Plus PGRI Cibinong, Jawa Barat |
The Legend of Tangkuban Perahu |
|
3 |
Ni Putu Herma Yanthi |
Kenneth Kang |
SMK Negeri 1 Tabanan, Bali |
Luh Ayu Manik Mas: Hero of the Forest |
|
Bahasa Jepang |
||||
|
1 |
Yuliani Hermaningsih |
Shakura Hanna Fazila |
SMA Negeri 1 Lembang, Jawa Barat
|
![]() |
|
2 |
Istiqomah |
Seftivan Ekacandra Adityawardana |
SMK Negeri 1 Boyolangu, Jawa Timur |
|
|
3 |
Dina Ardianti |
Nadjwa Nabila |
SMA Negeri 4 Cibinong, Jawa Barat |
|
|
Bahasa Jerman |
||||
|
1 |
Sri Rejeki |
Nihaya Mumtaz Suratno |
SMA Negeri 8 Jakarta |
Die Legende Von Dewi Sri: Die Göttin Des Reis & Frau Umwelt-Vorhut |
|
2 |
Ratna Septinawati |
Eugenia Kyoko |
SMA Kristen 1 Penabur Jakarta |
Folklore: Batu Bagaung / Bagaung-Stein |
|
3 |
Fitri Ananda |
Rahayu Deka Fadila |
SMA Negeri 2 Boyolali, Jawa Tengah |
Umbul Langse (Langse Wasserquelle) |
|
Bahasa Mandarin |
||||
|
1 |
Lianti Tjayadi Tjhai |
Felicia Gabriella Arifin |
SMA Kristen Penabur Gading Serpong, Tangerang, Banten |
|
|
2 |
Veronica |
Michelle Angelica Subrata |
SMA Kristen YSKI, Semarang, Jawa Tengah |
|
|
3 |
Girindra Wardhana |
Dominic Maxentia Santoso |
SMK Cor Jesu, Malang, Jawa Timur |
|
|
Bahasa Prancis |
||||
|
1 |
Sulistiyaningsih |
Calyaputri Rafa Aufinda |
MA Negeri 1 Yogyakarta |
La Naissance de Bima |
|
2 |
Wanta |
Satria Bintang Samudra |
SMA Negeri 1 Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur |
Le Mariage à Croix-Nation |
|
3 |
Djena Roehoeputy |
Ghifar Abdurrauf Warsito |
Sekolah Indonesia Den Haag, Belanda |
Kancil vole des concombres dans les champs |
*Hasil penilaian dan keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.
Tentang SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL)
SEAMEO Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personnel (QITEP) in Language (SEAQIL) merupakan salah satu pusat regional dari The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) atau Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara. Di Indonesia, SEAQIL berada di bawah koordinasi Kemendikbud dan berfokus pada pengembangan kualitas guru bahasa (Bahasa Indonesia sebagai Penutur Asing (BIPA), Arab, Jepang, Jerman, dan Mandarin) serta tenaga kependidikan melalui pelatihan, seminar, lokakarya, dan pelayanan lainnya.
Narahubung:
Farrah Halimatussadyah
Divisi Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
SEAMEO QITEP in Language
Jalan Gardu, Srengseng Sawah, Jagakarsa
Jakarta Selatan, Jakarta 12640
INDONESIA
Telepon: 021 78884106
Pos-el: ppr@qiteplanguage.org
Laman: qitepinlanguage.org
Twitter: QITEPinLanguage
Instagram: qitepinlanguage
Facebook: qiteplanguage
YouTube: SEAMEO QITEP in Language