Pengajar BIPA di Malang ikut sempurnakan Standar Kompetensi Pengajar BIPA gagasan SEAQIL

SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) melaksanakan diseminasi untuk menyempurnakan Standar Komepetensi Pengajar (SKP) BIPA ke para pengajar BIPA di Malang, Jawa Timur pada Kamis [21/10]. Dalam kegiatan ini, para pengajar BIPA diharapkan dapat memberikan masukan atas draf SKP BIPA yang telah disusun oleh para pakar BIPA dari berbagai instansi, baik di dalam maupun luar Indonesia.

Deputi Direktur Program SEAQIL, Esra Nelvi M. Siagian, menjelaskan bahwa penyusunan SKP BIPA merupakan salah satu program kerja SEAQIL terkait upaya internasionalisasi Bahasa Indonesia yang juga menjadi fokus kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Esra menambahkan bahwa selain melakukan penyusunan SKP BIPA, SEAQIL juga melakukan meta-analisis webinar BIPA; pelatihan metodologi pengajaran BIPA; penyusunan silabus diklat pengajaran BIPA; pengembangan video pembelajaran BIPA; pengumpulan data/korpus BIPA; dan program relevan lainnya. Esra juga menyampaikan rencana SEAQIL untuk mengadakan storytelling BIPA pada bulan November nanti.

Selain itu, Esra menjelaskan bahwa SKP BIPA yang telah disusun masih dalam bentuk draf yang akan didiseminasikan untuk mendapatkan masukan/saran dari para pengajar BIPA di Yogyakarta, Bali, dan Jawa Timur. Esra berharap bahwa SKP BIPA tersebut dapat difinalkan di akhir tahun 2021 dan digunakan sebagai acuan untuk peningkatan kompetensi, tidak hanya oleh SEAQIL, tetapi juga para pengajar/instansi BIPA dimanapun.

“SKP BIPA tersebut telah melalui berbagai proses yang berawal dari SEAQIL Webinar series on Language tahun 2020 yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan meta-analisis dan melakukan rapat persiapan/DKT dengan mengundang para pakar pengajaran BIPA. Setelah menyusun draf SKP BIPA, SEAQIL melakukan sinkronisasi dengan para pengajar BIPA dari berbagai wilayah secara daring. Penyusunan SKP BIPA ini sendiri berada di bawah tanggung jawab SEAQIL dengan ketua tim penyusun Dr. Felicia Nuradi Utorodewo dan pengarah dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Ditjen Vokasi, Kemendikbudristek; APPBIPA; Kemenag; Kemenaker; dan BNSP. Selain itu, SKP BIPA yang telah disusun memuat enam kompetensi, yakni pedagogis, profesional, kepribadian, sosial, wawasan ke-Indonesia-an, dan lintas budaya,” ungkap Esra.

Dalam kegiatan ini, Ketua APPBIPA Jawa Timur Dr. Gatot Susanto, menyampaikan bahwa kegiatan diseminasi SKP BIPA sangat bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan para pengajar BIPA. Menurut Gatot, SKP tersebut tidak hanya untuk diberikan masukan, tetapi juga didiseminasikan ke sekitar/di lingkungan pengajar BIPA. Gatot juga menegaskan bahwa yang tidak kalah penting, pada hakikatnya, pengajaran BIPA ada dimana-mana dengan seragam dari berbagai institusi, baik SEAQIL, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, APPBIPA, perguruan tinggi, dan instansi lainnya yang menurutnya memiliki satu tujuan untuk pengajaran BIPA yang lebih baik. Gatot juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari niatan untuk menggelorakan kegiatan BIPA. Gatot berharap bahwa apa yang  diperoleh para pengajar BIPA di Malang dapat bermanfaat dan tim SEAQIL mendapatkan masukan dari para pengajar BIPA untuk hasil SKP BIPA yang lebih baik.

×