Pahami kurikulum Merdeka Belajar melalui SEAQIL Vodcast Live!

“Merdeka Belajar melalui Pembelajaran Bahasa: Perubahan Apa yang Diharapkan?” menjadi judul episode ke-16 sekaligus mengawali seri baru SEAQIL Vodcast Live (SVL) dengan topik Merdeka Belajar Melalui Pembelajaran Bahasa pada Rabu (14/09). Mulai dari bulan September hingga November, SVL akan menghadirkan para pakar dan praktisi berpengalaman untuk membahas implementasi kurikulum Merdeka Belajar dalam pembelajaran bahasa. Pada episode ini, SVL mengundang Bukik Setiawan dari Yayasan Guru Belajar, sebagai narasumber dan Meyrinda Tobing selaku pewara.

Mengawali sesi bincang-bincang, Bukik melontarkan pertanyaan, “Mengapa kita perlu belajar mengenai Merdeka Belajar? Apa konsep kurikulum Merdeka Belajar?” Pertanyaan tersebut menjadi awal refleksi dan perkenalan konsep Merdeka Belajar pada SVL episode 16. Bukik berpendapat bahwa dengan mempelajari konsep kurikulum Merdeka Belajar, maka guru bahasa dapat melakukan penyesuaian, adaptasi, dan memiliki acuan saat menghadapi kendala dalam penerapan kurikulum.

Bukik kemudian memberikan penekanan bahwa konsep kurikulum Merdeka Belajar adalah berorientasi pada siswa. Hal tersebut berarti bahwa pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan siswa, lebih berorientasi pada kompetensi dan pembelajaran kontekstual. “Saya sering mendengar guru tergopoh-gopoh dalam mengejar penyampaian materi dan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Sebenarnya, pembelajaran memberi dampak atau tidak pada siswa?” ujar Bukik.

Lantas Bukik menuturkan bahwa kurikulum Merdeka Belajar membantu para guru bahasa menjadi lebih fleksibel dalam proses perencanaan dan pembelajaran. Beberapa konsekuensi lain dari praktik kurikulum Merdeka Belajar bagi guru bahasa adalah a) capaian pembelajaran disusun per fase (jenjang/kelas) sehingga guru dapat menyesuaikan pembelajaran berdasarkan kompetensi dasar siswa; b) capaian pembelajaran lebih ringkas sehingga guru dapat lebih memastikan penguasaan kompetensi dan capaian belajar siswa; c) jam pelajaran yang dikunci untuk satu tahun agar guru dapat mengatur waktu pembelajaran sesuai karakteristik satuan pendidikan dan kebutuhan siswa; d) guru memiliki wewenang merumuskan alur tujuan pembelajaran, dan e) guru dapat membuat 2-3 alur belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Orientasi pembelajaran Merdeka Belajar memiliki inti serupa dengan pembelajaran berdiferensiasi, yakni fokus pada kebutuhan siswa. Menjelang akhir sesi bincang-bincang, Bukik memberikan sebuah saran agar guru tidak kewalahan memenuhi kebutuhan belajar siswa, namun tetap dapat mencapai tujuan pembelajaran. Ia memberikan contoh bahwa guru dapat fokus mempersiapkan 2-3 alur atau skema pembelajaran berdasarkan kebutuhan siswa pada jenjang sebelumnya, saat ini, dan setelahnya. Melalui skema alur beragam ini, setiap siswa diharapkan dapat mencapai tujuan pendidikan nasional berdasarkan kebutuhan atau kemampuan pembelajaran masing-masing. (FH)
 

---

SEAQIL Vodcast Live merupakan program peningkatan kompetensi guru yang inovatif dan dikemas dalam bentuk bincang santai. Tayang rutin setiap hari Selasa (minggu ke-2 dan ke-4 setiap bulannya) pukul 15.00—16.00 WIB. Tiap episode mengangkat tema yang berbeda terkait pengajaran bahasa. Informasi episode SEAQIL Vodcast Live selanjutnya dapat diakses melalui laman dan media sosial SEAQIL. SEAQIL Vodcast Live episode 16 kini sudah dapat ditonton ulang melalui kanal YouTube SEAMEO QITEP in Language.

×