Merangkul komunitas ASEAN: SEAQIL perkenalkan pembelajaran bahasa Khmer

SEAQIL Vodcast Live menayangkan salah satu episode spesialnya pada hari Selasa, 30 Agustus 2022. Episode kali ini mengusung topik “Belajar bahasa Khmer. Kapan dan bagaimana memulainya?” yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Zoom dan SEAQIL. SEAQIL mengundang SRENG Kimsrun dari Asian Development Bank, Kamboja sebagai pembicara dan Ibu Ati Sumiati dari Universitas Negeri Jakarta sebagai moderator.

Kim menjelaskan bahwa Khmer adalah bahasa dan aksara resmi Kamboja. “Bahasa Khmer telah banyak dipengaruhi oleh bahasa Sansekerta dan Pali, terutama dalam register kerajaan dan agama melalui agama Hindu dan Buddha. Bahasa Khmer telah ditulis sejak awal abad ke-7 dan masih digunakan di beberapa jaringan famili dari negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand,” ungkap Kim.

Berbicara tentang konstitusi Kamboja mengenai bahasa dan budaya, Kim mengatakan bahwa menurut Pasal 69, Negara harus melestarikan dan mempromosikan budaya nasional dan akan melindungi dan mempromosikan bahasa Khmer sebagaimana diperlukan.

Lebih lanjut, Kim menjelaskan beberapa manfaat utama dari belajar bahasa Khmer. “Jika kita bisa berbicara bahasa Khmer, kita bisa mendapatkan harga yang lebih baik. Belajar bahasa juga bermanfaat bagi kita untuk menjadi warga negara Kamboja karena kita bisa mendapatkan hak untuk membeli tanah/rumah, mengurangi risiko/lebih aman dan mendapatkan lebih banyak teman, mengenal budaya Khmer, mendapatkan pekerjaan di Kamboja atau dengan komunitas ASEAN, ” kata Kim.

Kim juga menjelaskan struktur bahasa Khmer “Bahasa Khmer memiliki 33 konsonan dan 23 vokal. Saya ingin menggarisbawahi bahwa bahasa Khmer berbeda dengan bahasa Inggris karena kita memiliki kata benda dan kata sifat dan menurut saya urutan seperti ini mirip dengan bahasa di beberapa negara ASEAN lainnya. Kami memiliki konsonan atau vokal yang mirip sehingga mudah bagi pemelajar untuk belajar, tetapi sebenarnya setahu saya konsonan bahasa Khmer mirip dengan bahasa Jawa juga.”

Terkait tujuan mempelajari bahasa Khmer berdasarkan pengalamannya mengajar orang asing, Mr Kim mengatakan, “Sebenarnya ada kelompok orang yang memiliki tujuan yang berbeda untuk belajar bahasa Khmer. Beberapa kelompok mengatakan mereka ingin belajar hanya dengan berbicara tidak perlu menulis atau beberapa orang ingin Khmer untuk tujuan pekerjaan sehari-hari atau implementasi di perusahaan mereka. Kelompok lain ingin mempelajari bahasa tersebut sebagai program akademik bahasa Khmer.”

Selanjutnya, Kim juga berbagi mengenai tempat di mana kita bisa belajar bahasa Khmer. Mr Kim mengatakan bahwa kursus bahasa Khmer dapat diakses di Institut Bahasa Asing di Royal University of Phnom Penh (RUPP), pusat-pusat swasta, LSM, media sosial atau halaman web dengan berbagai moda pembelajaran.

Menjawab pertanyaan Ibu Nur Rahmawati dari Universitas Islam Raden Intan Lampung tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menguasai bahasa tanpa harus datang ke Kamboja dan mengenal bahasa tersebut, Kim mengatakan bahwa untuk berbicara dan mendengarkan, kita bisa belajar dalam satu hingga dua bulan setiap hari selama satu setengah jam. Kim menambahkan bahwa dia juga tidak setuju dengan pendapat bahwa bahasa Khmer sulit diucapkan seperti halnya bahasa Cina. Mr Kim menyemangati audiens bahwa ketika orang melihat lebih dekat atau tahu lebih jelas tentang bahasa Khmer, sebenarnya itu tidak begitu sulit.

---

SEAQIL Vodcast Live merupakan program peningkatan kompetensi guru yang inovatif dan dikemas dalam bentuk bincang santai. Tayang rutin setiap hari Selasa (minggu ke-2 dan ke-4 setiap bulannya) pukul 15.00—16.00 WIB. Tiap episode mengangkat tema yang berbeda terkait pengajaran bahasa. Informasi episode SEAQIL Vodcast Live selanjutnya dapat diakses melalui laman dan media sosial SEAQIL. SEAQIL Vodcast Live episode 15 kini sudah dapat ditonton ulang melalui kanal YouTube SEAMEO QITEP in Language.

×