Menuju Kolaborasi Pendidikan Berkelanjutan, SEAQIL Jajaki Kerja Sama dengan Mitra di Tiongkok

Menuju Kolaborasi Pendidikan Berkelanjutan,

SEAQIL Jajaki Kerja Sama dengan Mitra di Tiongkok

SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) terus memperluas langkahnya di panggung internasional. Pada 2–6 Desember 2025, SEAQIL melakukan kunjungan kerja ke Tiongkok untuk membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan, kebahasaan, serta penguatan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan.

Upaya ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang SEAQIL dalam membangun kemitraan lintas negara sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan kapasitas pendidik di kawasan Asia Tenggara.

Delegasi dipimpin Deputi Direktur Administrasi Dr. Misbah Fikrianto, M.M., M.Si., didampingi Kepala Divisi Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (KSHM) M. Masrur Ridwan serta satu staf Divisi KSHM. Selama di Tiongkok, tim mengunjungi sejumlah lembaga, yakni UNESCO-TEC di Shanghai, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing, ASEAN-China Centre, dan Chinese Language Education Center (CLEC) di Beijing.

Kunjungan dimulai di UNESCO-TEC pada 3 Desember 2025. Delegasi SEAQIL diterima langsung oleh Director UNESCO-TEC, Prof. Zhang Minxuan, beserta jajaran. Suasana diskusi berlangsung hangat dan terbuka, membahas pengembangan pembelajaran digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan, hingga penguatan kompetensi guru. Dari pertemuan ini, terbuka peluang kerja sama pelatihan pada 2026, mencakup metode pengajaran inovatif, AI, Social Emotional Learning (SEL), dan Global Citizenship Education (GCED). Selain itu, dibahas pula potensi sinergi lanjutan dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang sebelumnya telah menjalin kemitraan dengan UNESCO-TEC.

Sehari berikutnya, delegasi melanjutkan agenda ke KBRI Beijing dan bertemu Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Yudhil Chatim. Pertemuan ini menjadi ruang diskusi untuk menyelaraskan rencana kolaborasi pendidikan Indonesia–Tiongkok, termasuk peluang kemitraan dengan berbagai lembaga pendidikan di Tiongkok. KBRI Beijing menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif yang tengah dirintis dan siap membantu membuka komunikasi lanjutan dengan tetap mengacu pada kebijakan nasional Indonesia.

Pada 5 Desember 2025, delegasi SEAQIL bertemu dengan Dr. Hadi Tjahjono, Direktur ASEAN-China Centre. Pembahasan difokuskan pada peluang kerja sama kawasan, mulai dari pertukaran pelajar dan guru hingga penyelenggaraan forum pendidikan bersama. Salah satu hasil pentingnya adalah rencana penyelenggaraan ASEAN-China Education Forum 2026 di Indonesia yang diharapkan melibatkan negara-negara anggota ASEAN.

Masih di hari yang sama, pertemuan dengan perwakilan Chinese Language Education Center (CLEC) menyoroti penguatan kapasitas guru bahasa asing Indonesia, khususnya pengajaran bahasa Mandarin. CLEC menyampaikan informasi program pelatihan bagi guru Indonesia serta skema kolaborasi yang memungkinkan kolaborasi langsung antara guru di Tiongkok dan Indonesia.

Rangkaian pertemuan pembahasan kerja sama diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret dan berkelanjutan. SEAQIL berharap inisiatif ini dapat berkembang menjadi program nyata yang memberi dampak langsung bagi peningkatan kualitas pendidik, memperkaya praktik pembelajaran, dan memperkuat posisi SEAQIL dalam jejaring pendidikan regional maupun global. (Penulis: Estiningsih; Editor: Qisty, Ridwan)

×