Mari perdalam peran teknologi dalam pemberian umpan balik bagi siswa!

SEAQIL Vodcast Live (SVL) kembali tayang pada Selasa (24/05) dengan seri pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran bahasa. Pada episode ke-8 ini, SVL mengangkat tema terkait pemberian umpan balik berbantuan teknologi bagi pembelajaran siswa. Dipandu oleh Meyrinda Tobing dan menghadirkan Shelia Anjarani, praktisi iTELL dan dosen di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, SVL mengajak guru bahasa mengeksplorasi ragam cara pemanfaatan teknologi dan perannya dalam pemberian umpan balik. 

Mengawali sesi bincang-bincang, Shelia mengungkapkan bahwa kebutuhan penggunaan teknologi untuk pemberian umpan balik diperkirakan meningkat drastis sejak masa pandemi. Oleh karena itu, muncul beragam moda atau aplikasi pemberian umpan balik berbasis teknologi, seperti Vocaroo, Screencast-O-Matic, dan Explain Everything. Terlepas dari beragam aplikasi berbasis teknologi untuk pemberian umpan balik pada siswa, narasumber menekankan bahwa yang perlu lebih diperhatikan oleh para pendidik adalah kualitas materi umpan balik yang spesifik.

Lebih lanjut, Shelia menyatakan bahwa umpan balik tidaklah sama dengan informasi berguna (useful information). Ada perbedaan yang cukup signifikan dan perlu diperhatikan saat memberikan umpan balik agar tidak hanya menjadi informasi yang berguna. “Umpan balik adalah sebuah proses yang memberikan dampak pada proses pembelajaran siswa. Siswa perlu diberikan kesempatan untuk memahami dan mengimplementasikan masukan yang diberikan. Jika tidak ada aktivitas atau respons balik dari siswa, maka proses tersebut dapat dikatakan sebagai informasi berguna bukan umpan balik,” ujarnya.

Sebagai tambahan, umpan balik tidak harus selalu diberikan saat siswa sudah mengumpulkan tugas, namun bisa diberikan sesuai dengan kebutuhan dari siswa tersebut. Penyesuaian kebutuhan ini dapat pula mencakup moda (diberikan secara langsung, tidak langsung, atau dengan bantuan teknologi), kuantitas, serta waktu pemberian umpan balik. Shelia membagikan salah satu metode pemberian umpan balik yang kerap kali Ia gunakan, yakni feedback sandwich. Layaknya sandwich, pemberian umpan balik dengan metode ini memiliki beberapa lapisan/tahapan, seperti dimulai dengan sapaan, penyampaian tujuan, penyampaian evaluasi/materi umpan balik secara spesifik, dan pemberian dukungan. Selain itu, metode ini dapat diaplikasikan untuk pemberian umpan balik pada siswa ataupun orangtua/wali siswa. 

Menjelang akhir penayangan, Sheila pun kembali mengingatkan bahwa pemberian umpan balik baiknya diberikan secara spesifik agar dapat memberikan dampak pada proses pembelajaran siswa. Selain itu, teknologi memiliki peran sebagai media perantara dalam penyampaian umpan balik antara pendidik dan siswa. Oleh karena itu, kualitas materi umpan balik perlu lebih diutamakan dibandingkan dengan kualitas teknologi. (FH)

___

SEAQIL Vodcast Live merupakan program peningkatan kompetensi guru yang inovatif dan dikemas dalam bentuk bincang santai. Tayang rutin setiap hari Selasa (minggu ke-2 dan ke-4 setiap bulannya) pukul 15.00—16.00 WIB. Tiap episode mengangkat tema yang berbeda terkait pengajaran bahasa. Informasi episode SEAQIL Vodcast Live selanjutnya dapat diakses melalui laman dan media sosial SEAQIL. SEAQIL Vodcast Live episode 8 kini sudah dapat ditonton ulang melalui kanal YouTube SEAMEO QITEP in Language.

×