Lakukan validasi, SEAQIL siap luncurkan buku Penilaian dalam Pengajaran Bahasa

SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menyelenggarakan kegiatan konsinyasi validasi buku Penilaian dalam Pengajaran Bahasa pada Senin—Kamis [25—28/10]. Kegiatan ini bertujuan untuk memvalidasi konten buku penilaian dalam pengajaran bahasa yang telah disusun oleh tim penulis SEAQIL. Validasi yang dilkukan berfokus pada aspek kebahasaan dan konten buku tersebut. Dalam memvalidasi buku tersebut, SEAQIL melibatkan peran dosen dari Universitas Pelita Harapan dan Universitas Katolik Atma Jaya, serta guru bahasa.

Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani menyampaikan bahwa SEAQIL menyusun buku penilaian dalam pengajaran bahasa untuk merespons pentingnya pemahaman pelaksanaan penilaian bagi para guru. Luh Anik mengungkapkan bahwa SEAQIL selalu berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas guru dan berupaya menghasilkan produk yang terbaik untuk guru. Oleh karena itu, Luh Anik berharap agar masukan dari para pakar dapat dicermati dan diakomodasi oleh tim penulis untuk penyempurnaan buku ini.

Luh Anik juga berharap agar guru-guru yang hadir dalam kegiatan dapat memberikan masukan, sehingga buku yang dihasilkan bersifat praktis dan dapat langsung diterapkan dalam pengajaran bahasa. Luh Anik juga mengajak para guru untuk dapat mengunduh dan mempromosikan produk-produk SEAQIL terkait pengajaran bahasa yang dapat diakses secara gratis melalui situs web www.qiteplanguage.org. Menurut Luh Anik, SEAQIL telah melakukan perubahan moda publikasi dari cetak menjadi digital dan proses pengelolaan publikasi saat ini tidak hanya luring, tetapi juga daring, bahkan blended.

Sementara itu, terkait tahapan pengembangan modul, Luh Anik mengungkapkan bahwa SEAQIL telah melakukan berbagai tahapan, utamanya survei analisis kebutuhan guru dan penyusunan modul/buku. Luh Anik berharap agar tim penulis modul SEAQIL dapat menjadi pelatih guru-guru dalam hal penilaian dalam pengajaran bahasa. Untuk pengembangan lanjutan, Luh Anik mengatakan, SEAQIL akan membuat Learning Manajemen System (LMS) atau diklat secara daring. Nantinya, semua paparan dari trainer SEAQIL akan dipresentasikan atau direkam dan dapat diakses oleh peserta diklat.

Terkait dasar penyusunan buku tersebut, Deputi Direktur Program, Esra Nelvi M. Siagian mengatakan bahwa penyusunan buku Penilaian dalam Pengajaran Bahasa didasari hasil survei terkait analisis kebutuhan guru yang dilakukan oleh SEAQIL pada tahun 2018, yakni guru memiliki keterbatasan pemahaman tentang penilaian meliputi kesulitan dalam menyusun indikator, kesulitan guru dalam menyusun rubrik, menentukan jenis yang sesuai, dan melakukan analisis nilai.

“Pada awal tahun 2021, SEAQIL melaksanakan kembali survei analisis kebutuhan guru tentang buku penilaian pengajaran bahasa. Hasil survei menunjukkan guru menghadapi berbagai kendala dalam mempersiapkan, melaksanakan, dan mengevaluasi hasil penilaian, seperti kesulitan menentukan penilaian sesuai dengan kondisi siswa, menyusun soal, kurangnya kemampuan siswa dalam mengikuti penilaian,” kata Esra.

×