Seiring dengan meningkatnya minat untuk belajar bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA), SEAQIL menyadari bahwa diperlukan peningkatan kualitas pengajar BIPA. Oleh karena itu, SEAQIL kembali menyelenggarakan Pelatihan Regional Metodologi Pengajaran BIPA yang berlangsung secara daring pada 22 April–3 Juni 2025.
Selain bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogis dan profesional pengajar BIPA, pelatihan ini adalah bentuk komitmen kepada program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk internasionalisasi bahasa Indonesia. Empat puluh peserta yang mengikuti pelatihan ini berasal dari Afghanistan, Arab Saudi, Filipina, India, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Lebanon, Madagaskar, Malaysia, Mesir, Nigeria, Rusia, Singapura, Sri Lanka, Suriah, Thailand, Timor- Leste, Turki, Uzbekistan, dan Vietnam.
Dalam sambutannya, Direktur SEAQIL, Dr. Brian Arieska Pranata, menginformasikan kepada peserta mengenai penetapan bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa resmi Sidang Umum UNESCO dan bahasa kerja dalam sidang-sidang UNESCO.
“Bahasa Indonesia kini semakin diakui di tingkat internasional. Pada tahun 2023, bahasa Indonesia telah ditetapkan sebagai salah satu bahasa resmi dalam Sidang Umum UNESCO—sebuah pencapaian yang memperkuat posisi bahasa Indonesia di dunia. Minat terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing atau BIPA juga terus meningkat.”
Brian juga menyampaikan bahwa dengan peningkatan minat dalam pembelajaran BIPA ini diiringi oleh kebutuhan akan pengajar yang berkualitas, terutama bagi para pengajar non-penutur jati.
“SEAQIL melalui pelatihan ini berupaya memberikan dukungan konkret dengan menghadirkan para ahli di bidangnya, materi yang aplikatif, dan suasana pembelajaran yang kolaboratif,” kata Brian.
Pelatihan ini menghadirkan para ahli dan pengajar di bidang pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA), yaitu Dr. Felicia Nuradi Utorodewo seorang pakar BIPA dan dosen purnabakti Universitas Indonesia; Dr. Ari Kusmiatun, S.Pd., M.Hum. (Universitas Negeri Yogyakarta); Choirul As’ari, S.S., M.Pd. (Srinakharinwirot University, Thailand); Dr. Suhailee Sohnui, M.Pd. (Chiang Mai University, Thailand); dan Prof. Dr. Koh Young Hun (Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), Korea Selatan).
SEAQIL berharap pelaksanaan pelatihan ini dapat menjadi ruang inspiratif untuk belajar bersama, berbagi praktik baik, dan membangun jejaring antar negara agar di masa depan pengajaran bahasa Indonesia lebih berkualitas.
Tentang SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL)
SEAQIL merupakan pusat yang unggul secara profesional di bidang inovasi pengembangan pendidikan bahasa dalam kerangka pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara. Kami berkomitmen menyediakan program pengembangan profesionalisme yang berkualitas bagi guru bahasa melalui pengembangan sumber belajar, penelitian dan pengembangan, serta peningkatan kapasitas dan jejaring
Narahubung:
Qisty Meisya Nugraha
Divisi Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
SEAMEO QITEP in Language
Jalan Gardu, Srengseng Sawah, Jagakarsa
Jakarta Selatan, Jakarta 12640, Indonesia
Telepon: 021 78884106
Pos-el: ppr@qiteplanguage.org
Laman: qitepinlanguage.org
Instagram: qitepinlanguage
Facebook: qiteplanguage
LinkedIn : SEAMEO QITEP in Language
YouTube: SEAMEO QITEP in Languag