Implementasikan kerja sama dengan IAIN Pekalongan, SEAQIL ajak mahasiswa Tadris Bahasa Inggris pelajari HOTS

SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menyambut kunjungan IAIN Pekalongan dalam rangka Kuliah Kerja Lapangan sebagai bentuk implementasi kerja sama pada Selasa [24/05]. Kerja sama antar kedua belah pihak telah dilakukan hampir satu tahun. Kunjungan ini utamanya untuk memberikan wawasan kepada 90 mahasiswa Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan mengenai bagaimana mengembangkan HOTS dalam Pembelajaran Bahasa.

Ketua Jurusan Tadris Bahasa Inggris IAIN Pekalongan, Ahmad Burhanuddin berharap kunjungan KKL ke SEAQIL dapat menambah ilmu kepada para mahasiswa sehingga setelah lulus dapat menjadi guru yang profesional. Dalam kunjungan ini Ahmad juga didampingi oleh Sekretaris Jurusan IAIN Pekalongan, Eros Meilina Sofa dan para dosen.

Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani, M.Hum., dalam sambutannya, menjelaskan mengenai revolusi 4.0 yang mana era ini memanfaatkan teknologi secara maksimal demi kesejahteraan manusia. Luh Anik menyampaikan bahwa, “Pada tahun 2030, usia produktif masyarakat Indonesia dua kali lipat dibandingkan usia penduduk non produktif. Oleh karena itu apabila kita menginginkan Indonesia memimpin dunia ini pilihannya adalah kita harus menjadi manusia yang unggul. Ini adalah kesempatan kalian untuk menjadi mahasiswa yang unggul menyongsong 2030”. Luh Anik mengajak mahasiswa, “Bersiap diri, bekali diri dengan HOTS supaya menjadi generasi yang berpikir kritis, kreatif, komunikatif dan berkolaborasi dengan baik.” 

Deputi Direktur Administrasi SEAQIL, Dr. Misbah Fikrianto memaparkan profil SEAQIL secara umum. Misbah menjelaskan mengenai visi dan misi SEAQIL yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan bahasa dengan program pengembangan profesionalisme yang berfokus pada bahasa Arab, Jerman, Jepang, Mandarin serta BIPA dan bahasa Ibu. Misbah juga menyosialisasikan program inovatif SEAQIL, di antaranya SEAQIL CAR for Language Teachers yang bertujuan untuk mendorong guru bahasa untuk secara aktif dan inovatif melakukan penelitian tindakan kelas. Selanjutnya, program KLS (Klub Literasi Sekolah) juga menjadi program menarik SEAQIL yang ditujukan untuk para mahasiswa dan perguruan tinggi dalam meningkatkan kompetensi literasi siswa di SMA/SMP/sederajat. 

Memasuki acara inti, Deputi Direktur Program, Esra Nelvi M. Siagian menyampaikan materi mengenai “Mengembangkan HOTS dalam Pembelajaran Bahasa”. Esra menyampaikan, ”Pembelajaran HOTS (Higher Order Thinking Skill) penting untuk diberikan kepada siswa karena kita sudah berada di abad-21 dengan adanya pemakaian teknologi di sektor pekerjaan.”

Esra juga menjelaskan bagaimana hubungan antara revolusi industri dengan dunia pekerjaan. “Ketika mendidik siswa, kalian mempersiapkan siswa untuk dihadapkan dengan dunia kerja di abad-21 yang menuntut siswa untuk berpikir kritis, inovatif, komunikatif, dan kolaboratif karena di tahun kedepan akan pekerjaan manual yang dilakukan secara rutin akan digantikan oleh robot dan teknologi.”

“Paradigma pembelajaran abad-21 adalah guru tidak lagi menjadi sumber informasi satu-satunya, tetapi guru harus berpikir kritis, memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, dan menggunakan materi kontekstual,” tambah Esra. Esra berharap dengan adanya pembelajaran HOTS bisa diterapkan oleh mahasiswa IAIN Pekalongan dalam pengajaran bahasa Inggris kepada siswa-siswa. “Ingat bahwa kalian nanti mengajar tidak lagi hanya melatih kemampuan berpikir level LOTS (Lower Order Thinking Skill), tetapi sudah ke level yang lebih tinggi lagi, yaitu HOTS,” tegas Esra.

Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta bertanya, “Apa yang harus dilakukan apabila ada kemampuan siswa yang terbelakang dan lambat?”. Esra menjawab bahwa siswa yang terbelakang dan lambat belum tentu tidak pintar. Langkah-langkah yang dapat dilakukan, yaitu memberikan tugas tambahan atau memberikan soal yang lebih sulit atau memberi tugas untuk membimbing siswa yang kurang beruntung. “Sebagai guru, guru harus pintar untuk memetakan siswa di dalam kelas. Sebelum mengajari siswa HOTS, guru dituntut memiliki kemampuan kognitif untuk memecahkan masalah tersebut.” tutur Esra.

Acara kunjungan KKL IAIN Pekalongan ditutup dengan penyerahaan cendera mata sebagai bentuk apresiasi atas implementasi kerja sama yang telah dilakukan. SEAQIL berharap kunjungan ini menjadi wadah untuk menambah wawasan mahasiswa dalam memajukan kualitas pengajaran bahasa atau hal-hal relevan lain. SEAQIL terbuka untuk melakukan kerja sama  dengan berbagai lembaga/institusi yang memiliki area kerja yang sama dengan SEAQIL. Untuk penjajakan kerja sama, SEAQIL dapat dihubungi melalui ppr@qiteplanguage.org.

×