Gandeng pakar teknologi pembelajaran dalam proses seleksi:  SEAQIL umumkan 12 makalah terbaik AISOFOLL ke 12

Menjelang penyelenggaraan AISOFOL ke-12 pada bulan Oktober mendatang, SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menyelenggarakan diskusi kelompok terpumpun penyeleksian makalah yang akan dipresentasikan pada Senin [5/7]. Guna mendapatkan hasil yand maksimal dan proses yang komprehensif, SEAQIL melibatkan empat akademisi, yakni Dr. Hananto (Universitas Pelita Harapan, Tangerang Selatan), serta Made Hery Santosa, Ph.D., Daniel Ari Widhatama, M.Hum., dan Dian Toar Y.G. Sumakul, M.A. (Indonesia Technology Enhanced Language Learning (iTELL)).

Deputi Direktur Program SEAQIL, Esra Nelvi M. Siagian, M.M., M.Ed., melaporkan bahwa dari makalah yang masuk tim internal SEAQIL telah melakukan seleksi awal berdasarkan tema dan sub-tema yang sesuai yang selanjutnya akan diseleksi oleh para pakar. Esra menerangkan bahwa makalah yang masuk seleksi tahap awal sejumlah 30 yang berasal dari negara-negara di Asia Tenggara dan Turki. Esra juga menjelaskan bahwa dalam tiga tahun terakhir, SEAQIL  menyeleksi makalah penuh, bukan abstrak, dengan mempertimbangkan kualitas makalah.

Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani, M.Hum., yang membuka kegiatan ini menyampaikan bahwa tema AISOFOLL disesuaikan dengan perkembangan zaman. Luh Anik menjelaskan bahwa SEAQIL berinisiatif mengangkat tema teknologi, yakni “The Use of Technology to Assist Teachers and Students in Language Learning” pada AISOFOLL ke-12 sebagai bentuk respons terhadap pandemi Covid-19 yang mengharuskan guru melek teknologi. Penyesuaian adaptasi yang dilakukan oleh SEAQIL, imbuh Luh Anik, tidak hanya berhubungan dengan webinar/symposium saja, tetapi juga menyesuaikan produk-produk yang dihasilkan oleh SEAQIL dalam membantu guru bahasa untuk mengaplikasikan teknologi pembelajaran yang harus dilaksanakan secara daring.

Luh Anik mengungkapkan, AISOFOLL tidak terbatas hanya kepada guru bahasa, tetapi juga dosen dan peneliti yang mungkin telah mengembangkan cara-cara baru dalam pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran bahasa di sekolah. Oleh karena itu, Luh Anik menyampaikan alasan SEAQIL turut menggandeng para pakar dari iTELL yang sangat berkompeten dalam penilaian naskah-naskah akademik untuk menyeleksi makalah yang masuk.

Luh Anik berharap, makalah yang masuk dapat memberikan pemahaman, pengetahuan baru atau informasi kepada bapak ibu/guru dalam menerapkan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan. Selain itu, SEAQIL juga menyediakan beberapa sub-tema, diantaranya terkait bagaimana SEAQIL juga memerhatikan perilaku gen-z dan bagaimana bapak ibu/guru dapat memanfaatkan teknologi yang disukai gen-Z.

Lebih lanjut Luh Anik menjelaskan bahwa SEAQIL membuka partisipasi pengumpulan makalaj secara internasional, baik dari Asia Tenggara maupun negara-negara di wilayah lain. Selain makalah paralel yang akan dinilai, Luh Anik menyampaikan bahwa SEAQIL juga akan mengundang narasumber kunci, yakni dari Canada, Indonesia, Jepang, dan Inggris. Luh Anik juga mengungkapkan bahwa beberapa makalah dapat diperbaiki dan masuk ke dalam prosiding (tanpa disajikan). Menutup sambutan pengantarnya, Luh Anik menegaskan bahwa SEAQIL akan mengutamakan kualitas dalam penyeleksian makalah.

Pada Jumat [9/7] SEAQIL telah mengumumkan 12 makalah terpilih untuk dipresentasikan dalam AISOFOLL ke-12 dan 8 makalah lainnya yang juga masuk ke dalam prosiding meskipun tidak dipresentasikan. Pemakalah terpilih diharapkan dapat mengirimkan konfirmasi kesediaan dan persyaratan lanjutan paling lambat, Rabu 14 Juli 2021. Pengumuman pemakalah AISOFOLL ke-12 dapat dilihat melalui www.aisofoll.qiteplanguage.org.

×