SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) turut mendukung program Kampus Merdeka dengan menyelenggarakan program magang mahasiswa melalui sinergi dengan perguruan tinggi. Program magang SEAQIL dilaksanakan dengan moda campuran dan daring yang dibuka sebanyak tiga kali pendaftaran untuk tahun 2023. SEAQIL membuka pilihan bidang magang yang mencakup bidang administrasi (kehumasan, publikasi, kerja sama, desain, dan kerja sama) dan bidang program (riset dan pengembangan program, pelatihan, serta TIK dan jejaring). Setelah melakukan seleksi administrasi dan wawancara kepada mahasiswa pemohon magang dari berbagai perguruan tinggi, SEAQIL kemudian mengadakan penerimaan resmi secara daring dan bertahap yang dimulai sejak bulan Februari 2022.
Pada salah satu acara penerimaan mahasiswa magang Jumat [11/3] lalu, Deputi Direktur Administrasi SEAQIL, Dr. Misbah Fikrianto menyampaikan terima kasih kepada perguruan tingi yang telah memberikan kepercayaan kepada SEAQIL sebagai mitra magang mahasiswa. Misbah juga menjelaskan bahwa SEAQIL sangat terbuka untuk adanya kerja sama atau kolaborasi baik secara institusi maupun keahlian mahasiswa magang. Sehingga, lanjut Misbah, apapun yang menjadi potensi dan peluang-peluang yang dapat dilakukan secara sinergis dan kolaboratif dapat dilaksanakan bersama-sama.
Terkait implementasi magang Kampus Merdeka, Misbah mengungkapkan “Magang ini menjadi bagian magang Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) dimana memungkinkan bagi mahasiswa melakukan konversi 20 SKS dalam konteks magang. Oleh karena itu, hal-hal yang menjadi persyaratan untuk pemenuhan MBKM dapat dikoordinasikan dan tentunya perlu adanya MOU atau PKS untuk penguatan pelaksanaan MBKM itu sendiri.”
Lebih lanjut, Misbah menjelaskan bahwa dalam konteks magang ini ada perubahan paradigma. “Kalau dulu magang dalam konteks internship itu bagaimana mahasiswa belajar maupun mengalami corporate culture. Namum saat ini, konteks magang meningkat atau beyond selain mengenal, mengalami, dan merasakan nilai-nilai budaya maka pengembangan-pengembangan yang sifatnya aktivitas kerja sama, kebutuhan satu sama lain, dan kesepakantan-kesepakatan yang bisa dilakukan menjadi hal yang sangat terbuka,” kata Misbah.

Kepada semua pihak, baik dari SEAQIL maupun mahasiswa dan mitra, Misbah mengajak agar apapun yang dilakukan bisa sinergis, maksudnya SEAQIL bukan hanya memberikan seusatu untuk bisa dikerjakan, tetapi SEAQIL juga bisa memberikan masukan dan menyepakati sesuatu (antarpihak) untuk bisa dilakukan bersama-sama. Misbah juga menegaskan bahwa SEAQIL sangat terbuka dengan adanya kerja sama dengan perguruan tinggi.
Saat ini ,SEAQIL telah menerima 13 mahasiswa magang dari delapan perguruan tinggi, yakni STBA JIU, Universitas Al-Azhar Indonesia, Universitas Gunadarma, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Raden Mas Said Surakarta. Selain perguruan tinggi, SEAQIL juga menerima empat siswa magang dari SMK Perguruan Rakyat.
SEAQIL terbuka dalam pelaksanaan program kemitraan, khususnya dengan perguruan tinggi terkait pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi, baik melalui aktivitas magang, kolaborasi kegiatan, pendampingan penelitian PTK guru maupun aktivitas/program relevan lain. Terkait magang SEAQIL, informasi lengkap dapat dilihat di laman https://www.qiteplanguage.org/kesempatan_berkarir. (/MR)