Diskusi Kelompok Terpumpun Untuk Meningkatkan Pengembangan Program SEAQIL

Diskusi Kelompok Terpumpun Untuk Meningkatkan Pengembangan Program SEAQIL

 

Jakarta, 7 April 2021 – SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) melaksanakan kegiatan Diskusi Kelompok Terpumpun Penyusunan Metaanalisis Hasil Penelitian SEAQIL REGRANTS 2020 pada Rabu, 7 April 2021 dengan menggunakan moda daring dan luring. Diskusi tersebut merupakan tindak lanjut dari pemberian dana hibah penelitian ke-5 bagi guru bahasa di Kawasan Asia Tenggara. SEAQIL mengundang pakar dan peneliti dalam diskusi kelompok termpumpun, yakni Prof. Emi Emilia, M.A., Ph.D. (Asosiasi Linguistik Sistemik Fungsional Indonesia (ALSFI) dan Dr. I Wayan Eka Budiartha (Sampoerna University, Jakarta) serta melibatkan perwakilan PPPPTK Bahasa sebagai salah satu pesertanya.

Dalam pembukaannya, Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani, menyampaikan bahwa hasil penelitian SEAQIL REGRANTS 2020 dengan tema “Pemetaan Literasi Membaca dalam Menghadapi Era Industri 4.0” dapat menjadi salah satu dasar bagi SEAQIL dalam pengambilan kebijakan atau rekomendasi terkait literasi. Selanjutnya, Luh Anik menambahkan, “Jika hasil ini relevan dengan program yang dikembangkan SEAQIL tentu akan bermanfaat namun jika ternyata tidak begitu relevan atau langsung membantu, akan menjadi pertimbangan untuk skema SEAQIL REGRANTS 2021.”

Pada akhirnya, diskusi kelompok terpumpun dari laporan SEAQIL REGRANTS 2020 akan memberikan gambaran tentang kemampuan guru dalam melakukan penelitian dan dapat menjadi acuan dalam pengembangan program pelatihan bagi guru. SEAQIL percaya bahwa penelitian yang dilakukan oleh guru pasti memberi manfaat, baik bagi SEAQIL, dasar rekomendasi kebijakan, ataupun menjadi perbaikan dan pengembangan program SEAQIL selanjutnya.

 

×