Buka Peluang Kolaborasi terkait BIPA dan Bahasa Mandarin: SEAQIL Sambut Baik Kunjungan Go Study dan IF Language Centre

Buka Peluang Kolaborasi terkait BIPA dan Bahasa Mandarin:

SEAQIL Sambut Baik Kunjungan Go Study dan IF Language Centre

 

Jakarta — SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menerima kunjungan Go Study Global Education dan IF Language Center pada Rabu, 8 Januari 2026, bertempat di kantor SEAQIL. Pertemuan ini menjadi ruang dialog untuk membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan bahasa, khususnya Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dan pengembangan kompetensi kebahasaan guru.

Kegiatan diawali dengan pemaparan dan pengenalan institusi SEAQIL oleh Dr. Brian Arieska Pranata, Direktur SEAQIL. Dalam sambutannya, Brian menyampaikan komitmen lembaganya terhadap penguatan pendidikan bahasa.

Motto kami adalah prioritising language, advancing education,” ujarnya saat membuka sesi pertemuan.

Dalam paparannya, Brian memaparkan berbagai program unggulan, mulai dari pelatihan guru, riset dan pengembangan, hingga simposium internasional AISOFOLL yang diselenggarakan secara konsisten selama 16 tahun. Brian juga menjelaskan mandat dan fokus kerja SEAQIL sebagai pusat regional di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Ia menegaskan bahwa SEAQIL tidak hanya berfokus pada bahasa asing seperti Arab, Mandarin, Jepang, dan Jerman, tetapi juga pada Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) serta Pendidikan Multibahasa berbasis bahasa ibu.

“Kami percaya penggunaan bahasa ibu di fase awal pendidikan akan membantu anak-anak menguasai bahasa nasional dan bahasa asing dengan lebih baik,” jelasnya.

Sesi selanjutnya diisi oleh pemaparan dari Rina selaku perwakilan IF Language Center. IF Language Centre merupakan lembaga pendidikan bahasa yang berdiri sejak 2012 dan berfokus pada pengajaran BIPA, khususnya dari Tiongkok.

“Fokus kami adalah mengajarkan bahasa Indonesia sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia,” jelasnya.

IF Language Center menawarkan program pembelajaran berjenjang mulai dari tingkat pemula, dasar, hingga menengah, dengan kurikulum yang mengacu pada standar BIPA dan dikembangkan secara mandiri agar lebih mudah dipahami oleh peserta didik. Selain itu, IF Language Center juga menyediakan pelatihan bahasa Mandarin, bahasa Inggris, serta layanan konsultasi studi ke luar negeri. Rina turut menyampaikan apresiasinya terhadap pelatihan SEAQIL yang pernah diikuti para pengajar IF Language Center.

“Selama empat hari pelatihan, kami benar-benar mendapatkan banyak ilmu yang sebelumnya tidak kami pahami, terutama terkait pengajaran BIPA,” tuturnya.

Pada kunjungan ini juga dilakukan diskusi mengenai pembahasan peluang kerja sama konkret antara SEAQIL, IF Language Center, dan Go Study Global Education yang diwakili oleh QIN Ziyan (Eko). Brian menegaskan bahwa BIPA dan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) tetap menjadi salah satu mandat utama SEAQIL.

“Kami melihat peluang kerja sama ini sangat luas, terutama untuk mendukung internasionalisasi Bahasa Indonesia,” katanya.

Dalam diskusi tersebut, dibahas pula bagaimana IF melakukan pengelompokan peserta pelatihan, simulasi UKBI yang diadakan SEAQIL, hingga kemungkinan penyelenggaraan pelatihan khusus bagi pengajar BIPA. Brian mengungkapkan bahwa SEAQIL telah terdaftar sebagai Lembaga Penyedia Simulasi UKBI dan membuka peluang kolaborasi lanjutan.

“Kalau memang itu bisa membantu internasionalisasi Bahasa Indonesia, tentu akan kami lihat sebagai peluang kerja sama,” ujarnya.

YU Xuehui (Ayu) selaku perwakilan IF Language Center turut menyampaikan kebutuhan akan pelatihan lanjutan bagi pengajar di institusi yang diwakilinya.

“Mungkin ke depan kami ingin mengajukan pelatihan khusus untuk sekitar 30 guru Bahasa Indonesia,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Brian menyatakan keterbukaan SEAQIL terhadap peluang kerja sama pada 2026. Brian menekankan bahwa SEAQIL tidak hanya berorientasi pada jumlah peserta pelatihan, tetapi juga pada strategi dan hasil nyata dari kolaborasi antar lembaga tersebut. SEAQIL juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai institusi lain untuk menghadirkan pengajar dan pakar dalam program pelatihan ke depan. (Penulis: Sasa/Editor: Qisty, Ridwan)

×