Buat Pembelajaran BIPA Jadi Lebih Menarik

Meyrinda Tobing, pewara (kiri), dan Agung Prasetia, narasumber (kanan), menyapa para peserta SEAQIL Vodcast Live.

Sesi pertemuan pertama pembelajaran dapat menjadi penentu kesan pertama pemelajar terhadap pengajarnya. Pengajar dengan jam terbang belasan, puluhan tahun, maupun pengajar yang baru memulai mungkin tetap beranggapan bahwa pertemuan pertama pembelajaran adalah hal yang tidak mudah. Tak jarang, beberapa pertanyaan terkait pertemuan pertama muncul dalam benak pengajar, seperti, “Pemelajarnya asyik atau tidak, ya?”, “Materinya ada yang kurang atau tidak, ya?” atau bahkan, “Apa yang harus dilakukan pengajar agar ‘menggoda’ pada pertemuan pertama pembelajaran?”

Beberapa pertanyaan di atas menjadi awal mula bincang santai pada episode perdana SEAQIL Vodcast Live pada Selasa (08/02) melalui Zoom dan kanal YouTube SEAQIL. Selama satu jam, Meyrinda Tobing (pewara) dan Agung Prasetia (narasumber/pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di LBI UI) berdiskusi dan menjawab beragam pertanyaan terkait dengan tema “Pembelajaran BIPA yang Menggoda Sejak Pertemuan Pertama, Mungkinkah?”

Agung Prasetia memberikan tips mengajar BIPA berdasarkan pengalamannya.

Dalam kesempatan tersebut, Agung memberikan beberapa tips untuk memunculkan kesan ‘menggoda’ baik pada pengajar ataupun materi BIPA berdasarkan pengalamannya, yakni 1) kenali pemelajar; 2) persiapkan materi dengan baik; 3) buat diri sendiri nyaman; 4) penampilan rapi, bersih, wangi; 5) bergerak aktif; 6) memberikan perhatian adil dan netral; serta 7) menyusun materi dengan kreatif.

Meneruskan pertanyaan dari audiens, Meyrinda kemudian menggali mengenai cara menghindari munculnya konflik berlatar belakang budaya pemelajar. Hal ini, menurut Agung, dapat diatasi dengan langkah kenali pemelajar dan bersikap netral, contohnya adalah dengan menggunakan kata ganti orang (bagaimana menurut Anda?) dibanding bertanya mengatasnamakan budaya atau negara asal (bagaimana menurut budaya/asal negara Anda?).

Lebih lanjut, audiens tertarik mengetahui topik materi yang cocok atau menantang untuk pertemuan pertama. Agung menanggapi bahwa penentuan materi sebelumnya pasti sudah dirumuskan dengan berbagai pertimbangan. Selain materi, cara penyampaian materi bisa dirancang agar lebih menantang. Sebagai contoh, pengajar BIPA pada tingkat sekolah dasar mungkin akan lebih memiliki tantangan terkait cara penyampaian dibandingkan penentuan materi. Para pengajar BIPA harus terlebih dahulu bisa memasuki frekuensi atau mencoba melihat dari kacamata anak sekolah dasar.

 “Mengajar hari pertama bukan suatu hal yang mudah. Yakin, kita (pengajar), bisa melakukannya jika kita sudah mempersiapkannya dengan baik,” ujar Agung saat memberikan pernyataan penutup. Pernyataan tersebut sekaligus merangkum jawaban atas tema episode perdana SEAQIL Vodcast Live. Melalui tayangan ini, SEAQIL berharap materi-materi terkait pengajaran BIPA dapat tersampaikan secara ringan dan ringkas.

Catatan: SEAQIL Vodcast merupakan program peningkatan kompetensi guru yang inovatif dan dikemas dalam bentuk bincang santai. Tayang rutin setiap hari Selasa (minggu ke-2 dan ke-4 setiap bulannya) pukul 15.00—16.00 WIB. Tiap episode mengangkat tema yang berbeda terkait pengajaran bahasa. Informasi episode SEAQIL Vodcast Live selanjutnya dapat diakses melalui laman dan media sosial SEAQIL. (/FH)

×