Para narasumber dan tamu undangan berfoto bersama.
SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menyapa para guru dan tenaga pendidik secara perdana di tahun 2022 melalui webinar SEAMEO Centre di Indonesia (SCI) di Tengah Pandemi Covid-19 dalam Mendukung Keberlangsungan Program Merdeka Belajar—Kampus Merdeka (MBKM) pada Jumat (01/28). Topik webinar ini dilatarbelakangi rasa optimisme SCI untuk memenuhi 7 SEAMEO Priority Areas for Education, Science and Culture, serta upaya pewujudan Indonesia Emas 2045, dengan relevansi pada pemajuan pendidikan di tengah pandemi Covid-19.
Sekretaris Jenderal, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang diwakili oleh plt. Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM), Bapak Anang Ristanto, dengan hangat menyambut para peserta dan membuka webinar secara resmi. Dalam pidato pembukaan, beliau menyampaikan bahwa visi Indonesia Emas 2045, khususnya pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), menjadi landasan utama Kemendikbudristek dalam merencanakan dan melaksanakan program prioritas nasional.
“Selama tahun 2015—2019, Kemendikbudristek telah mengimplementasikan Nawacita dalam berbagai program kerja prioritas kementerian dan membawa dampak yang sangat baik. Namun, masih banyak pekerjaan rumah dalam memajukan pendidikan. Di tahun 2020—2024, pengelolaan SDM terkait meratakan mutu pendidikan, relevansi pendidikan dalam menyikapi tren global, serta menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN harus terus memperhitungkan kemajuan pesat teknologi yang sejalan dengan revolusi industri,” ujar Anang.
Sejalan dengan plt. Kepala BKHM, perwakilan SCI, yakni Dr. Gatot Hari Priowirjanto memberikan pengantar webinar dan menyatakan bahwa SCI perlu untuk selalu bersinergi dalam untuk memajukan pendidikan di Indonesia dan Asia Tenggara berdasarkan fokus bidang Centre masing-masing. Lebih lanjut, Gatot turut menyoroti pentingnya perhatian peningkatan kualitas guru sebagai salah satu harapan masa depan pendidikan.
Sesi khusus terkait peningkatan kualitas guru kemudian dipaparkan oleh Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani sebagai perwakilan dari tiga SEAMEO QITEP. Mengawali paparan, Luh Anik menjelaskan bahwa ada tiga Centre yang berfokus dalam ranah peningkatan kapasitas guru dan tenaga pendidik, yakni SEAQIL (bahasa), SEAQIM (matematika), dan SEAQIS (sains). Lebih lanjut, Luh Anik memaparkan secara sistematis respons dan upaya QITEP dalam merespons pandemi Covid-19 serta mendukung kebijakan Kemendikbudristek.

Direktur SEAQIL memberikan paparan mewakili tiga SEAMEO QITEP.
Upaya pengembangan program kegiatan QITEP didasarkan pada ketiga hal, yakni 1) perubahan, tantangan, dan peluang pada masa pandemi Covid-19; 2) Adaptasi program sebagai respons terhadap pandemi Covid-19; dan 3) dukungan QITEP terhadap kebijakan MBKM. Luh Anik menjabarkan, “Secara umum, apa yang dilakukan tiga QITEP ketika situasi pandemi terjadi adalah mengintegrasikan teknologi dalam melakukan pelatihannya, mengadaptasi moda atau desain kegiatan, lalu adaptasi tema pelatihan/kegiatan. Selain itu adaptasi model pembelajaran, adaptasi produk dan publikasi, serta yang terakhir adalah adaptasi pakar dan peserta kegiatan.”
Pandemi Covid-19 telah mengubah kebiasaan dan pola dalam proses belajar-mengajar bagi berbagai pihak. Hal tersebut menjadi tantangan sekaligus kesempatan agar dapat beradaptasi melalui upaya peningkatan kompetensi. Pada akhir sesi, selain berinovasi dan adaptasi program, produk, dan aktivitasnya, SEAMEO QITEP berharap dapat berkolaborasi pula dengan berbagai pihak untuk dapat merumuskan solusi, saling berbagi praktik baik pengalaman dan pengetahuan agar dapat meminimalkan dampak pandemi bagi dunia pendidikan.