“PTK itu Mudah, Kok.” Benarkah? Pertanyaan inilah yang menjadi topik program SEAQIL Vodcast Live episode 3 yang tayang pada Selasa, 8 Maret 2022 melalui Zoom dan kanal YouTube SEAQIL. Dalam episode ini, SEAQIL mengundang Prof. Emi Emilia, Ph.D. yang merupakan pakar dan peneliti bidang bahasa sebagai narasumber dan dipandu oleh Meyrinda Tobing sebagai pewara. Episode ini juga menjadi pembuka untuk seri Penelitian Tindakan Kelas untuk penayangan vodcast di bulan Maret dan April.
Sebelum berbincang lebih jauh, Emi menjelaskan bahwa PTK bisa saja mudah ataupun rumit tergantung pada bagaimana kita menyikapinya. PTK bisa dikatakan mudah karena dapat dilakukan oleh siapapun, terlebih jika kita memang sudah mengetahui tahapan-tahapannya. Namun, Emi menggarisbawahi bahwa PTK memerlukan justifikasi dari rujukan teori para ahli yang disertai bukti dan hasilnya dipublikasikan. Emi juga mengungkapkan bahwa PTK bagian dari kehidupan sehari-hari untuk kemudian dicari solusi atas masalah yang terjadi.
“PTK dalam pengajaran bahasa berarti menghasilkan pengetahuan praktis yang bermanfaat dan pemahaman untuk orang-orang yang terlibat dalam pengajaran bahasa. PTK menjunjung prinsip bahwa semua harus berkontribusi dan semua memiliki peran yang merupakan pekerjaan tim termasuk guru dan murid jika dalam konteks sekolah. Selain itu, PTK itu berarti kita insists bagaimana kita melakuakn justifikasi bahwa klaim kita itu benar dengan adanya pembuktian,” ungkap Emi.
Lebih lanjut, Emi menjelaskan bahwa PTK mempunyai dua fase, yaitu Diagnostic dan Therapeutic. “Fase Diagnostic berarti bagaimana kemampuan murid diidentifikasi dan bagaimana masalahnya. Fase Therapeutic yaitu tahapan-tahapan untuk menyelesaikan masalah itu dan bagaimana cara melakukan tindakan untuk mengatasi masalah tersebut. Dan jangan lupa tetap merujuk pada teori ahli karena penelitian berarti meneliti apa yang telah dilakukan oleh orang lain,” kata Emi.

Terkait manfaat PTK, Emi menjelaskan bahwa PTK bermanfaat tidak hanya bagi guru, tetapi juga bagi siswa bahkan sekolah. “Bagi guru, PTK dapat memperbaiki praktik pengajaran, membuat guru dapat mengidentifikasi masalah, dan membentuk lingkungan yang kolaboratif untuk membuat ide-ide baru. Bagi siswa diantaranya, siswa bisa mengembangkan pemahaman dan kesadaran dari proses belajar, membantu siswa untuk melihat bahwa belajar itu satu hal yang serius, dengan siswa terlibat dalam proses penelitian, maka akan meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Bagi sekolah, PTK dapat dijadikan dasar membuat kebijakan baru dan mendorong guru dan siswa sebagai anggota masysrakat/lembaga yang lebih inklusif,” jelas Emi.
Menjawab pertanyaan Nela (SMA Negeri Karang Kaya Sumatera Selatan) terkait bagaimana membedakan antara PTK dan praktik baik dan mana yg lebih baik untuk meningkatkan kemampuan menulis, Emi menjelaskan bahwa apapun itu yang penting diingat adalah sesuatu yang bagus memiliki dasar/prinsip yang kuat, serta PTK dan praktik baik saling berkaitan dan keduanya sangat berpotensi. Meskipun demikian, lanjut Emi, guru perlu memahami ketentuan yang diperlukan dalam PTK.
---
SEAQIL Vodcast Live merupakan program peningkatan kompetensi guru yang inovatif dan dikemas dalam bentuk bincang santai. Tayang rutin setiap hari Selasa (minggu ke-2 dan ke-4 setiap bulannya) pukul 15.00—16.00 WIB. Tiap episode mengangkat tema yang berbeda terkait pengajaran bahasa. Informasi episode SEAQIL Vodcast Live selanjutnya dapat diakses melalui laman dan media sosial SEAQIL. SEAQIL Vodcast Live episode 3 kini sudah dapat ditonton ulang melalui kanal YouTube SEAMEO QITEP in Language atau melalui tautan https://www.youtube.com/watch?v=WARnuos8iXQ&t=1s. (/MR)