7 SCI bersama BGP Provinsi Maluku selenggarakan kegiatan Pelatihan Guru dalam Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar melalui Pendekatan Holistik

7 SCI bersama BGP Provinsi Maluku selenggarakan kegiatan Pelatihan Guru dalam Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar melalui Pendekatan Holistik

 

Maluku – Ketujuh SEAMEO Centre Indonesia (SCI), yaitu SEAMEO BIOTROP, SEAMEO CECCEP, SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL), SEAMEO QITEP in Mathematics (SEAQIM), SEAMEO QITEP in Science (SEAQIS), SEAMEO RECFON, dan SEAMEO SEAMOLEC bekerja sama dengan Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Maluku menyelenggarakan pembukaan kegiatan “Pelatihan Guru dalam Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar melalui Pendekatan Holistik” secara luring pada 12—14 November 2023 di Hotel Manise, Ambon.

Prof. Vina Andriany, M.Ed., PhD., Direktur SEAMEO Center of Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP), menyampaikan dalam sambutannya mengenai tujuan penyelenggaraan pelatihan ini sebagai upaya memberikan ruang untuk guru bertumbuh menjadi guru yang profesional. “Pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang memberikan ruang kemerdekaan kepada siswa, pendidikan yang memberikan ruang untuk guru untuk senantiasa tumbuh, berkembang, dan bergerak menjadi guru profesional.”

Selanjutnya, Dr. Laman Surya, M.Pd., Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi Maluku, menjelaskan bahwa tugas pokok dan fungsi BGP sejalan dengan SCI untuk melakukan peningkatan kompetensi para guru dan tenaga kependidikan. “Tugas pokok dan fungsi Balai Guru Penggerak ini adalah melakukan pengembangan pemberdayaan guru dan tenaga kependidikan lainnya.”

Selain itu, Laman Surya menyampaikan bahwa guru-guru yang menjadi peserta pelatihan adalah guru terpilih karena dilatih langsung oleh para pengajar berpengalaman dari SEAMEO Centres Indonesia. “Bapak/Ibu harus berbangga dan bersyukur karena langsung dilatih, dipimpin oleh narasumber-narasumber hebat dan ini sekelas ASEAN bahkan sertifikatnya juga dari SEAMEO.”

Melanjutkan sambutan dari Vina Andriany dan Laman Surya, Ketua Panitia pelatihan, J. Martin, M.Pd. menekankan agar guru senantiasa meningkatkan kompetensinya. “Terkait dengan pelaksanaan kegiatan ini, sebagaimana kita ketahui bahwa proses peningkatan kompetensi guru adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Daripada seluruh proses kinerja para guru, baik pendidik maupun tenaga kependidikan. Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, juga berkaitan dengan pelaksanaan undang-undang nomor 14 tahun 2005 untuk guru dan dosen. Ini isyaratkan para guru untuk senantiasa meningkatkan kompetensinya.”

Pembukaan pelatihan pada hari pertama dibuka oleh paparan materi dari Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Putra Asga Elevri, M.Si., mengenai kebijakan Ditjen GTK dalam meningkatkan mutu dan daya saing guru secara nasional dan internasional. Dilanjutkan oleh paparan materi tentang edukasi gizi dan kesehatan bagi guru dan tenaga kependidikan yang dipaparkan oleh Plt. Direktur SEAMEO RECFON, Dr. Zainun Misbah. Paparan materi diakhiri oleh materi dari Direktur SEAMEO BIOTROP, Dr Zulhamsyah Imran, yang mengangkat judul “Implementasi Agro-eco-edu-tourism: Praktik Baik Pertanian Presisi di Indonesia.”

 

[Pelatihan Peningkatan Kompetensi Literasi dan Higher Order Thinking Skills (HOTS) bagi Guru Penggerak di Provinsi Maluku]

SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) secara resmi membuka pelatihan untuk guru-guru bahasa pada Pelatihan Peningkatan Kompetensi Literasi dan HOTS bagi Guru Penggerak di Provinsi Maluku. Peserta pelatihan ini terdiri dari 39 guru bahasa (13 guru bahasa Indonesia, 20 guru bahasa Inggris, dan 6 guru bahasa Jerman) jenjang SMP, SMA, dan sederajat di Kota Ambon dan sekitarnya. Pelaksanaan pelatihan untuk guru bahasa ini dilaksanakan secara luring di Hotel Elizabeth, Ambon.

Selama 3 hari, peserta difokuskan mempelajari topik literasi dan pembelajaran berorientasi HOTS dengan menghadirkan materi-materi mengenai diferensiasi dalam konteks pembelajaran bahasa, perkembangan literasi di Indonesia, pengembangan literasi di sekolah, literasi dalam berbagai konteks, pengembangan keprofesian berkelanjutan, implementasi literasi menulis dalam berbagai media, konsep HOTS dan strategi bertanya, melatih HOTS melalui pembelajaran berbasis proyek, hingga praktik penulisan kreatif dan penyusunan rencana pembelajaran berorientasi HOTS.

Adapun pengajar yang terlibat pada pelatihan bagi guru bahasa ini, yaitu Plt. Direktur SEAQIL, R. Dian Dia-an Muniroh, Ph.D., Deputi Direktur Administrasi SEAQIL, Dr. Misbah Fikrianto, M.M., M.Si., Kepala Divisi Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, M. Masrur Ridwan, S.Pd., serta tim pengajar SEAQIL yang berasal dari Divisi Pelatihan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPTK), Kepala Divisi PPPTK, Talitha Ardelia Syifa Rabbani, M. Hum., dan staf PPPTK, Nirwansyah, M. Hum., dan Sagita Rizkyah Lestari, S.Pd.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan dapat meningkatkan kompetensinya terkait literasi dan HOTS serta penerapannya di dalam pembelajaran. Pengetahuan ini dapat dijadikan bekal bagi peserta dalam mengembangkan profesionalitas dirinya sebagai tenaga pengajar dan mengintegrasikan kemampuan tersebut ke dalam pembelajaran di kelas. 

(Penulis: Winiar Nathania Artanti; Editor: Fuji, Qisty Meisya N, M Masrur Ridwan)

×