Program SEAQIL Tahun Anggaran 2021

SEAQIL mengumumkan kegiatannya untuk Tahun Anggran 2021. Hal ini sekaligus menandai kesiapan SEAQIL dalam menjalankan rencana strategisnya tahun ini pasca capaian daya serap anggaran yang tinggi hingga 97,79% dengan pelaksanaan program di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, SEAQIL juga telah mendampingi peningkatan profesionalitas 2.340 guru bahasa pada tahun 2020.

Deputi Direktur Program SEAQIL, Ibu Esra Nelvi M Siagian menyampaikan bahwa untuk rencana program tahun 2021, SEAQIL akan ada melakukan pengembangan model meliputi penyusunan buku seri penilaian pengajaran dengan tahapan-tahapan pengembangannya, penyusunan standar kompetensi pengajaran BIPA, penyusunan materi pembelajaran BIPA berbasis android serta pengembangan video pembelajaran BIPA. Terkait dengan materi pembelajaran BIPA berbasis android, beliau menyampaikan gagasan tersebut merupakan upaya menyikapi perubahan zaman ke arah basis teknologi. Selain itu, imbuh beliau, modul yang disusun SEAQIL akan diterjemahkan ke dalam bahasa lokal negara-negara di Asia Tenggara.

Lebih lanjut, SEAQIL akan melakukan metaanalisis hasil SEAQIL REGRANTS 2020 serta menjalankan program SEAQIL Goes to Schools di Myanmar dan Timor-Leste. Terkait dengan pengembangan SDM, beliau menjelaskan, “Pengembangan profesionalitas guru menyangkut empat hal yang dilaksanakan secara daring, yakni diklat atau pelatihan pengajaran bahasa berbasis HOTS, metodologi riset pengajaran bahasa, penyusunan naskah video pembelajaran, dan peningkatan kompetensi kebahasaan guru bahasa.” Dalam pengembangan profesionalitas guru ini, beliau menambahkan bahwa SEAQIL bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi yang telah menjalin kerja sama dengan SEAQIL serta memberikan kesempatan seleksi beberapa peserta secara terbuka sesuai dengan syarat dan ketentuan.

Terkait dengan program ke-BIPA-an, beliau menambahkan, SEAQIL akan mengadakan pelatihan methodologi pengajaran BIPA di Indonesia dan Thailand dan/atau negara Asia Tenggara lainnya. Dalam konteks forum, SEAQIL akan menyelenggarakan seminar dalam rangka HUT ke-12 SEAQIL dan tentunya simposium internasional tahunan SEAQIL, yakni AISOFOLL ke 12. Sementara itu, Deputi Direktur Administrasi SEAQIL, Dr. Misbah Fikrianto,  menambahkan bahwa selain peningkatan profesionalitas guru tersebut, SEAQIL juga akan melakukan kegiatan pengembangan kompetensi staf guna menunjang kinerja institutional SEAQIL.

Simpulannya, SEAQIL berharap program yang akan dijalankan tidak hanya mencakup guru bahasa di Indonesia, tetapi juga di negara-negara Asia Tenggara lainnya. Sebagai catatan, informasi program SEAQIL tahun 2021 bersifat tentatif dan responsif menyikapi kebijakan pemerintah Indonesia dalam penanggulangan COVID-19. Informasi terbaru terkait program SEAQIL akan disampaikan melalui semua kanal media sosial dan laman SEAQIL.

×